difan96

AL-ISLAM
Dimanakah Isa Al-Masih Wafat dan Dimakamkan?
Dari penjelasan sebelumnya disimpulkan bahwa Isa Al-Masih tidaklah meninggal di kayu salib, hanya pernah mengalami bahaya penyaliban yang akhirnya diselamatkan atas pertolongan Allah. Pertanyaannya adalah dimanakah beliau menjalani masa-masa kehidupannya sampai usia lanjut dan dimakamkan? Al-Qur'an surat Al-Mu'minun [23] : 50 memberikan penjelasan atas pertanyaan ini :
"Dan Kami telah jadikan (Isa) putra Maryam beserta ibunya suatu bukti nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka disuatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air yang bersih mengalir"

Dimanakah tempat yang oleh ayat ini disebut "suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih mengalir"?

Seperti dikutip H.M. Josoef Sou'yb (Isa Al-Masih Sudah Mati?, PT Al Husna Zikra, 1994, Cet.1, h.20-26), diantara para pakar merujuk bahwa tempat itu adalah dataran tinggi pada bukit sebelah Barat Laut Mati, Palestina, yaitu biara tempat kediaman sekte Esenes. Tempat ini dikenal dengan Bukit Qumran.

"Pada dataran deretan bukit batu yang membujur disebelah Barat Laut Mati terdapat suatu dataran luas ..... pada dataran itu menonjol sekelumit runtuhan dinding tembok".

"Pere de Vaux dengan stafnya, demikian Edmund Wilson didalam bukunya Dead Sea Scrolls edisi 1956 H. 55-71, yang melakukan penggalian dan menemukan reruntuhan suatu biara besar dengan ruangan-ruangan yang luas. Dibawahnya dijumpai pula enam saluran air tapi kini sudah kering"

"Diantara biara besar pada dataran tinggi itu dengan pinggir Laut Mati, demikian Edmund Wilson, tampak terdapat lebih seribu kuburan..... Diantara seluruh kuburan yang digali itu maka hanya ada satu jenazah yang punya "keistimewaan" yaitu memakai keranda dan diantara seluruh jenazah itu terdapat jenazah seorang wanita (ingat, penghuni biara/bukit Qumran hanya kaum laki-laki.)"

Satu jenazah yang mempunyai keistimewaan dengan keranda dan satu jenazah seorang wanita itu tidak lain adalah jenazah Isa Al-Masih dan ibundanya Siti Maryam yang hidup dan meninggal serta dimakamkan di bukit Qumran.

Mengapa data-data penting ini terkesan tidak banyak diungkap? Mudah menjawabnya. Karena ada pihak-pihak tertentu yang berkepentingan dengan soal ini. Hal ini, misalnya dapat kita cermati dari fenomena naskah Gulungan Laut Mati (Dead Sea Scrolls), yang terletak di gua Qumran, sekitar 10 mil sebelah Timur Yerusalem yang menyimpan sekitar 800 macam fragmen dokumen yang ditulis sekitar tahun 200 S.M. sampai tahun 50 M dalam bahasa Ibrani, Yunani, dan Aram (bahasa sehari-hari yang dipakai Yesus), diantaranya terdapat 127 dokumen ayat-ayat Bibel juga kitab suci Apokriba (Kitab yng tidak boleh dibaca oleh umat Kristen)

Sejak penemuannya pada tahun 1947 oleh seorang gembala domba Badui sampai selama empat dekade berikutnya, banyak rahasia gulungan yang disembunyikan oleh kelompok kecil sarjana yang menguasai dokumen tersebut. Namun penyembunyian itu berakhir bulan September 1991, ketika sebuah lembaga penelitian di California yang menyimpan empat set fotografi koleksi Dead Sea Scrolls, mulai mengizinkan para sarjana yang berkepentingn untuk menelitinya. Bahkan komentar Frank M. Cross, editor naskah Gulungan Laut Mati dan seorang pakar bahasa Ibrani dan Barat di Harvard University, memperingatkan bahwa akses tanpa batas pada naskah gulungan itu akan membongkar misteri yang aneh disekitar Al Kitab, seperti kitab Tobit, Sirakh dan Yobel (yang apokripa bagi pemeluk Katolik dan Protestan)
(Dr. Muhammad Ataur Rahim, Misteri Yesus dalam sejarah, Pustaka Da'I, 1994).
KEBANGKITAN ISA AL-MASIH DAN PENAMPAKAN DIRINYA
Kebangkitan termasuk doktrin utama bagi umat Kristen. Paulus mengatakan "Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu, dan kamu masih hidup dalam dosamu" (I kor 15: 17)

Doktrin kebangkitan menegaskan bahwa tiga hari setelah kematiannya di kayu salib, Yesus dibangkitkan oleh Tuhan (Yesus meninggal hari Jum'at, bangkit hari Ahad)

Sebenarnya kita tidak perlu secara panjang lebar membuktikan benar tidaknya kebangkitan Isa Al-Masih, sebab, seperti telah kita simpulkn didepan, Isa Al-Masih tidak meninggal saat disalib. Beliau diselamatkan oleh Allah SWT lewat murid-muridnya. Disembuhkan dan dikeluarkan dari kubur. Hilangnya Isa Al-Masih dari kubur itulah yang diyakini pemeluk Kristen sebagai kebangkitan Yesus (dari kubur)

Namun, untuk lebih meyakinkan kebangkitan itu sendiri perlu mendapat telaah kritis. Apalagi, masalah tersebut di kalangan sarjana-sarjana Kristen sendiri menimbulkan pro dan kontra.

Dalam simposium "Menyambut Yesus di tahun 2000" yang diselenggarakan oleh Oregon State University, AS February (1996) silam seperti dilaporkan mingguan News Week edisi 8 April (1996)

doktrin kebangkitan itu mendapat gugatan-gugatan kritis.

Umat Kristen sendiri terbagi dua kelompok dalam memahami kebangkitan. Kelompok pertama memahami bahwa kebangkitan dari kubur berarti Isa Al-Masih meninggal kemudian bangkit. Sedangkan kedua memahami bahwa dimaksud kebangkitan adalah bangkit dari penyaliban, yang berarti Isa Al-Masih belum meninggal saat disalib

David Friedrich, dalam The Life Of Jessus Critically Examined, seperti dikutip ummat, meyakini bahwa orang-orang Kristen pertama dahulu telah membuat mitos-mitos dan cerita-cerita bohong tentang Yesus. Sedangkan riwayat Injil yang empat itu baru ditulis 40 tahun setelah kematian Yesus. Itu pun para periwayat Injil menuliskan riwayatnya dengn khayalan dan pemahaman mereka masing-masing

Friedrich benar, dari empat karangan Injil yang berkaitan dengan kebangkitan dan penampakan diri Yesus terdapat banyak hal yang kontradiktif. R.P. Roguet dalam bukunya Initiation a I'Evangile (Pembimbing kepala Injil), hal.132 memberikan contoh yang kontradiktif antara lain : daftar nama wanita yang datang ke kubur tidak sama, hari penampakan yang berbeda, dan tempat penampakan Yesus tidak sama.
Next Page : Kenaikan Isa Al-Masih
Back
[ 1 | 1 | 1 | 448 ]
Medan - Sumatra
2010 - 2015 Difan96

Old school Swatch Watches